
Perjalanan saya menjadi IT Business Analyst sampai saat ini tidak instan dan penuh proses. Saya lulus kuliah di tahun 2016 dari jurusan Sistem Informasi, namun setelah wisuda saya tidak langsung mendapatkan pekerjaan. Seperti kebanyakan fresh graduate lainnya, saya juga merasakan betul sulitnya mencari pekerjaan di bidang IT. Saat itu, saya bahkan belum tahu ingin fokus ke bidang apa. Dunia IT luas banget, pilihannya banyak, dan semuanya terlihat menarik.
Beberapa posisi yang sempat saya incar antara lain:
- IT Support
- IT Network
- IT Security
- Programmer
- Database Engineer
Singkat cerita, hampir semua lowongan di JobStreet yang mencantumkan syarat “Fresh Graduate Sistem Informasi” pasti saya apply 😄
Gagal Interview dan Pelajaran Berharga
Masuk ke tahap interview ternyata tidak semudah yang saya bayangkan.
Dan ketika akhirnya dipanggil interview, justru di situlah masalahnya muncul.
Saya:
- Gugup
- Kurang percaya diri
- Tidak bisa menjawab pertanyaan dengan runtut
Hasilnya? Gagal berkali-kali. Dari pengalaman itu, saya belajar satu hal penting yang sampai sekarang masih relevan:
Skill komunikasi dan kepercayaan diri itu sama pentingnya dengan skill teknis.
Beberapa bulan setelah wisuda, saya mendapat pekerjaan sebagai Kepala Toko di perusahaan retail laptop dan handphone dengan banyak cabang di Indonesia. Awalnya saya berpikir:
“Nggak apa-apa, yang penting kerja dulu daripada nganggur.”
Ternyata, pengalaman ini sangat berharga. Di posisi tersebut, saya belajar:
- Memimpin tim (±5 orang)
- Mengatur operasional toko
- Menjadi sales
- Menyusun strategi marketing untuk mencapai target
Tanpa saya sadari, skill ini sangat membantu saat saya masuk ke dunia IT Business Analyst.
Sekitar 6 bulan kemudian, saya mendapat panggilan kerja sebagai IT Business Analyst di sebuah software house kecil (sebut saja PT. ERD) yang berlokasi di Mampang, Jakarta Selatan. Dengan kenaikan gaji lebih dari 2 juta rupiah dibanding posisi sebelumnya, saya langsung mengambil kesempatan ini tanpa ragu. Dan di sinilah karier saya sebagai IT Business Analyst resmi dimulai.
Di awal bekerja sebagai IT Business Analyst, saya sempat berpikir:
“Kok kerjaannya mirip kayak ngerjain skripsi ya?”
Dan ternyata memang mirip 😄 Sebagai IT Business Analyst, saya:
- Terlibat dalam pembuatan aplikasi
- Menggali kebutuhan user
- Membuat dokumentasi sistem
- Menyusun UML Diagram & system flow
- Membuat wireframe
- Mengikuti metodologi Waterfall atau Agile
- Terlibat dalam proses User Acceptance Test (UAT)
UAT ini bahkan terasa seperti sidang skripsi versi dunia kerja. Di awal, pekerjaan ini terasa menarik dan menantang. Namun, seiring berjalannya waktu, tekanan kerja juga mulai terasa. Tekanan bisa datang dari:
- Tim internal
- Deadline project
- Ekspektasi client
Walaupun begitu, saya merasa IT Business Analyst adalah peran yang cocok dengan karakter dan minat saya.
Karena itu, saya memutuskan untuk konsisten menekuni profesi ini. Sejak pertama kali bekerja sebagai IT Business Analyst di tahun 2016, hingga artikel ini ditulis di tahun 2026, saya masih berada di jalur karier yang sama.
Selama berkarier sebagai IT Business Analyst, saya telah:
- Bekerja di 5 perusahaan
- 4 software house
- 1 perusahaan in-house (perbankan)
Saya juga menangani berbagai jenis proyek:
- Skala kecil hingga besar
- Beragam industri
- Metodologi Waterfall dan Agile
Selain itu, saya terbiasa bekerja sama dengan berbagai role:
- Programmer
- UI/UX Designer
- Quality Assurance (QA)
- Project Manager
- Sales
Dan tentu saja, bertemu dengan berbagai karakter client dengan kebutuhan yang berbeda-beda.
Kelebihan Menjadi IT Business Analyst
- Tidak wajib jago coding
- Tidak fokus ke bahasa pemrograman
- Lebih banyak analisis sistem & bisnis proses
- Banyak berkomunikasi dengan berbagai pihak
- Cocok untuk yang suka berpikir kritis dan diskusi
Tantangan Menjadi IT Business Analyst
- Tekanan project cukup tinggi
- Timeline sering mepet
- Client masih abu-abu dengan kebutuhannya
- Banyak request tapi waktu & budget terbatas
- Requirement sering berubah
- Potensi konflik dengan tim internal
Profesi IT Business Analyst cocok untuk kamu yang:
- Lulusan Sistem Informasi atau non-IT
- Suka analisis dan komunikasi
- Tidak ingin full coding
- Ingin berada di tengah-tengah bisnis dan teknologi
- Ingin switch karier ke dunia IT
Untuk sekarang dan ke depannya, saya akan tetap konsisten menjalani karier sebagai IT Business Analyst. Karena peluangnya masih besar, kebutuhannya masih tinggi, dan perannya sangat penting dalam proyek IT. Buat kamu mahasiswa, fresh graduate, atau profesional yang ingin switch karier ke IT Business Analyst, profesi ini layak untuk kamu pertimbangkan.
👉 Baca artikel menarik lainnya seputar IT Business Analyst dan Project IT di website ini
👉 Follow sosial media saya untuk tips karier dan sharing pengalaman dunia IT
👉 Cek produk digital saya di sidebar website (eBook & template IT Business Analyst)
Terima kasih sudah membaca.
Semoga perjalanan saya ini bisa jadi gambaran dan motivasi buat kamu 🚀
